Mutiara Hikmah
Pada suatu hari Siti Aisyah
R.a. tengah duduk-duduk, datang seorang wanita yang menutupi tangannya
dengan lengan bajunya. Ketika ditanya Siti Aisyah menjawabnya, jangan tanyakan
hal ini hai Ummul Mu’ninin, tetapi setelah
didesak ia menjawab: saya mempunyai orang tua (Ayah dan Ibu); dulu
sewaktu hidupnya, ayah adalah seorang dermawan sedangkan ibuku tidak pernah
bersedekah kecuali hanya sepotong gajih (Lemak) dan baju bekas sudah jelek ,
lalu setelah mereka meninggal, aku mimpi seolah-olah hari kiamat telah tiba,
dan aku melihat ibuku di tengah-tengah orang banyak, ia menutup auratnya hanya
dengan baju kumal, dan ditangannya ada gajih yang dijilati terus menerus,
seraya menjerit-jerit : aduh haus, haus, haus, panas. Padahal ayah telah
membagi minuman kepada orang banyak yang mengelilingi telaga, dan memang ayahku
dulu seorang dermawan, suka bersedekah, beramal dan sering membantu orang lain.
Lalu aku membawanya segelas air untuk ibuku, kemudian terdengar suara :
Hati-hati orang yang memberi minum pasti tangannya akan mati. Lalu bangunlah
aku dan terperanjat tanganku betul-betul mati.
(Tanbihul Ghofilin)
Tokoh dan Contoh
Abu Hurairah adalah seorang ahli ibadah, yang rajin menjalankan
sholat-sholat sunnah. Beliau pernah pingsah diantara mimbar dan rumah
Rosulullah. Orang-orang mengira, bahwa sahabat Nabi ini sakit gila; sehingga
kakinya dipijat-pijat. Untung kepalanya tidak diinjak-injak. Karena kebiasaan
orang arab saat itu, jika mengobati orang yang mendadak gila, diinjak-injak
kepalanya. Padahal saya tidak gila, tapi saya kelaparan. Abu Hurairah, seperti
kebanyakan sahabat Nabi memang sering kelaparan, karena berhari-hari tidak makan.
Terkadang beliau berbaring sambil menekan perutnya ketanah atau mengikat batu
keperutnya. Suatu malam Abu Hurairah yang selalu mengajak keluarganya
menghabiskan malam untuk beribadah sengaja duduk-duduk di pinggir jalan.
Harapannya siapa tahu ada salah seorang sahabat manyapa dan menawari makan.
Tidak lama, lewatlah Abu Bakar R.a. mengajaknya berbincang-bincang
kemudian berjalan tidak melakukan kebiasaannya, menawari makan para sahabat
atau mungkin dirumahnya tidak ada makanan, pikir Abu Hurairah. Begitu juga
sahabat lain yang lewat yaitu Umar bin Khattab, Abu Hurairah hampir memutuskan
untuk terus berpuasa, sampai kemudian Rosulullah SAW lewat dan dengan arifnya
mengajaknya pergi; marilah ikut aku Abu Hurairah, kata Rosulullah, sampai
dirumah Nabi, ternyata telah terhidang semangkuk susu segar. Beliau bertanya
kepada orang dirumahnya. Dari siapa susu ini? dijawab, dari hamba Allah. Tapi
rosulullah tidak segera mempersilahkan sahabatnya minum, malah menyuruhnya
memanggil ahli Shuffah, Fakir miskin myang berada disekitar masjid. Abu
huarairah sekalipun lapar, tidak membantah, karena ia faham betul kebiasaan
Nabi, yang selalu mengundang orang miskin makan bersama dirumahnya, ya segera
keluar dan masuk lagi dengan membawa 70 orang yang kelaparan.
Rosulullah meminta sahabatnya Abu Hurairah untuk membagikan semangkuk
susu kepada segenap yang hadir , yang terlintas dalam pikiran Abu Hurairah,
apakah semangkuk susu itu mencukupi untuk semua orang-orang yang kelaparan itu,
aku berfikir, mungkin aku akan mendapat giliran terakhir, atau malah tidak
mendapat bagian susu itu, katanya dalam hati. Tapi ia mentaati perintah Nabi,
berkeliling membagikan susu itu ke 70 mangkuk fakir miskin. Subhaballah, susu
dalam mangkuk itu utuh, Nabi tersenyum, lalu bersabda : Sekarang tinggal untuk
kita berdua, Abu Hurairah mengangguk, Benar ya Rosulullah, dan Rosulullah
menyuruhnya minum. Ketika Abu Hurairah berhenti minum, beliau bersabda minumlah
lagi, Berkali-kali Rosulullah menyuruhnya, sampai Abu Hurairah berkata ; Ya
Rosulullah rasanya perut saya sudah kenyang , Nabi akhirnya menghabiskan susu
yang masih tersisa.
Artinya kisah ini adalah keteladanan mendahulukan orang lain,
memperhatikan Fakir miskin, sekalipun tuntutan perut sangat lapar, Harta tidak
akan habis malah Berkah.
Nasihat Mbah Yai
Sesekali coba anda merenung dan bersyukurlah karena masih punya
orang tua. Saksikanlah berapa banyak anak-anak yang sudah tidak ditunggui oramg
tuanya, mereka terkadang untuk mendapatkan kasih sayang, petuah nasehat, senda
gurau dan kenikmatan-kenikmatan yang lain.
Mengapa Anda menyia-nyiakan kesempatan yang indah itu. Orang tua
anda adalah pintu gerbang kemuliaan dan kebaikan anda kedepan. Maka masuklah
dengan berbakti kepadanya sebelum ajal tiba.
Kata orang bijak
Perbuatan durhaka dan maksiat yang anda lakukan pada hakekatnya
secara sadar adalah menanda tangani kontrak untuk bertempat tinggal dineraka.
Sampai kapankah engkau kufur kepada-Ku, padahal Aku tidak pernah
berbuat aniaya kepada para hamba? Sampai kapankah engkau meremehkan kitab- Ku,
padahal Aku tidak pernah memberi kewajiban yang melebihi dari kemampuanmu.
(Hadits Qudsi)
Nabi SAW bersabda : Ada 4 macam yang asing dimuka bumi ini yaitu:
1.
Al-Qur’an
di dalam dada orang dholim
2.
Masjid
berada disekitar masyarakat tarikus sholah (meninggalkan sholat)
3.
Al-Qur’an
dirumah orang yang tidak pernah dibaca
4.
Orang
sholeh ditengah-tengah orang tidak berakhlak
Andai
kata seorang anak Adam (manusia) mempunyai satu lembah emas, pasti ia ingin
mempunyai dua lembah. Dan tiada yang dapat menutup mulutnya (tidak yang dapat
menghentikan kerakusannya kepada dunia) kecuali tanah (maut) dan Allah berkenan
memberi tobat pada siapa saja yang bertaubat (H.R. Bukhori Muslim)
Apabila
engkau telah selesai sholat, duduklah, maka pujilah Allah dengan hal sepatutnya
dan ucapkan sholawat kepadaku, lalu berdo’alah kepada-Nya, niscaya do’amu akan
terkabul (H.R. Abu Dawud, At Tirmidzi)
Do’a
Selamat
بِسْمِ
اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَسُوقُ الخَيْرَ اِلَّا اللهُ
بِسْمِ
اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَصْرِفُ السُّوْءَ اِلَّا اللهُ
بِسْمِ
اللهِ مَاشَاءَ اللهُ مَا كَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ
بِسْمِ
اللهِ مَاشَاءَ اللهُ وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلَّا بِااللهِ اْلعَلِيِّ
اْلعَظِيْمِ
Khasiatnya:
Apabila
membaca do’a tersebut, waktu sore hari sebanyak 3x. Insya Allah akan selamat
dari kebakaran, bahaya listrik, petir, tenggelam, kecurian, gangguan syetan,
binatang berbisa, dan kejahatan orang yang dholim.
Pengetahuan
Matikan
Ponsel dipesawat
Pernah
ada berita sebuah maskapai penerbangan menurunkan paksa seorang penumpangnya,
karena mbandel menyalakan Ponsel. Sejak awal penerbangan sudah diumumkan Ponsel
harap dimatikan. Jika orang itu berpendidikan akan mengikuti perintah itu.
Sudah
banyak kecelakaan atau nyaris celaka, karena ada penumpang yang menyalakan
ponsel.
Menurut
ahlinya, ponsel mempunyai konstribusi yang besar terhadap keselamatan
penerbangan.
Pernah terjadi
di Bandara Zurich-Swiss. Pesawat sebentar naik kemudian meledak, sepuluh
penumpang meninggal. Penyelidik menemukan terbukti ada gangguan sinyal ponsel
terhadap sistem kemudi pesawat, karena sinyal itu bisa mengganggu terhadap
sistem navigasi gangguan frekuensi komunikasi, gangguan indikator bahan bakar
dan lain-lain. Untuk itulah Ponsel harus di matikan tidak saja pesawat baru
terbang, tetapi pesawat baru bergerak di landasi ponsel harus dimatikan, Tidak
hanya bunyinya yang dimatikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar