Senin, 11 Januari 2016

Mutiara Hikmah Para Sahabat Nabi



Mutiara Hikmah
Pada suatu hari Siti Aisyah  R.a. tengah duduk-duduk, datang seorang wanita yang menutupi tangannya dengan lengan bajunya. Ketika ditanya Siti Aisyah menjawabnya, jangan tanyakan hal ini hai Ummul Mu’ninin, tetapi setelah  didesak ia menjawab: saya mempunyai orang tua (Ayah dan Ibu); dulu sewaktu hidupnya, ayah adalah seorang dermawan sedangkan ibuku tidak pernah bersedekah kecuali hanya sepotong gajih (Lemak) dan baju bekas sudah jelek , lalu setelah mereka meninggal, aku mimpi seolah-olah hari kiamat telah tiba, dan aku melihat ibuku di tengah-tengah orang banyak, ia menutup auratnya hanya dengan baju kumal, dan ditangannya ada gajih yang dijilati terus menerus, seraya menjerit-jerit : aduh haus, haus, haus, panas. Padahal ayah telah membagi minuman kepada orang banyak yang mengelilingi telaga, dan memang ayahku dulu seorang dermawan, suka bersedekah, beramal dan sering membantu orang lain. Lalu aku membawanya segelas air untuk ibuku, kemudian terdengar suara : Hati-hati orang yang memberi minum pasti tangannya akan mati. Lalu bangunlah aku dan terperanjat tanganku betul-betul mati.
(Tanbihul Ghofilin)


Tokoh dan Contoh
Abu Hurairah adalah seorang ahli ibadah, yang rajin menjalankan sholat-sholat sunnah. Beliau pernah pingsah diantara mimbar dan rumah Rosulullah. Orang-orang mengira, bahwa sahabat Nabi ini sakit gila; sehingga kakinya dipijat-pijat. Untung kepalanya tidak diinjak-injak. Karena kebiasaan orang arab saat itu, jika mengobati orang yang mendadak gila, diinjak-injak kepalanya. Padahal saya tidak gila, tapi saya kelaparan. Abu Hurairah, seperti kebanyakan sahabat Nabi memang sering kelaparan, karena berhari-hari tidak makan. Terkadang beliau berbaring sambil menekan perutnya ketanah atau mengikat batu keperutnya. Suatu malam Abu Hurairah yang selalu mengajak keluarganya menghabiskan malam untuk beribadah sengaja duduk-duduk di pinggir jalan. Harapannya siapa tahu ada salah seorang sahabat manyapa dan menawari makan.
Tidak lama, lewatlah Abu Bakar R.a. mengajaknya berbincang-bincang kemudian berjalan tidak melakukan kebiasaannya, menawari makan para sahabat atau mungkin dirumahnya tidak ada makanan, pikir Abu Hurairah. Begitu juga sahabat lain yang lewat yaitu Umar bin Khattab, Abu Hurairah hampir memutuskan untuk terus berpuasa, sampai kemudian Rosulullah SAW lewat dan dengan arifnya mengajaknya pergi; marilah ikut aku Abu Hurairah, kata Rosulullah, sampai dirumah Nabi, ternyata telah terhidang semangkuk susu segar. Beliau bertanya kepada orang dirumahnya. Dari siapa susu ini? dijawab, dari hamba Allah. Tapi rosulullah tidak segera mempersilahkan sahabatnya minum, malah menyuruhnya memanggil ahli Shuffah, Fakir miskin myang berada disekitar masjid. Abu huarairah sekalipun lapar, tidak membantah, karena ia faham betul kebiasaan Nabi, yang selalu mengundang orang miskin makan bersama dirumahnya, ya segera keluar dan masuk lagi dengan membawa 70 orang yang kelaparan.
Rosulullah meminta sahabatnya Abu Hurairah untuk membagikan semangkuk susu kepada segenap yang hadir , yang terlintas dalam pikiran Abu Hurairah, apakah semangkuk susu itu mencukupi untuk semua orang-orang yang kelaparan itu, aku berfikir, mungkin aku akan mendapat giliran terakhir, atau malah tidak mendapat bagian susu itu, katanya dalam hati. Tapi ia mentaati perintah Nabi, berkeliling membagikan susu itu ke 70 mangkuk fakir miskin. Subhaballah, susu dalam mangkuk itu utuh, Nabi tersenyum, lalu bersabda : Sekarang tinggal untuk kita berdua, Abu Hurairah mengangguk, Benar ya Rosulullah, dan Rosulullah menyuruhnya minum. Ketika Abu Hurairah berhenti minum, beliau bersabda minumlah lagi, Berkali-kali Rosulullah menyuruhnya, sampai Abu Hurairah berkata ; Ya Rosulullah rasanya perut saya sudah kenyang , Nabi akhirnya menghabiskan susu yang masih tersisa.
Artinya kisah ini adalah keteladanan mendahulukan orang lain, memperhatikan Fakir miskin, sekalipun tuntutan perut sangat lapar, Harta tidak akan habis malah Berkah.

Nasihat Mbah Yai
Sesekali coba anda merenung dan bersyukurlah karena masih punya orang tua. Saksikanlah berapa banyak anak-anak yang sudah tidak ditunggui oramg tuanya, mereka terkadang untuk mendapatkan kasih sayang, petuah nasehat, senda gurau dan kenikmatan-kenikmatan yang lain.
Mengapa Anda menyia-nyiakan kesempatan yang indah itu. Orang tua anda adalah pintu gerbang kemuliaan dan kebaikan anda kedepan. Maka masuklah dengan berbakti kepadanya sebelum ajal tiba.

Kata orang bijak
Perbuatan durhaka dan maksiat yang anda lakukan pada hakekatnya secara sadar adalah menanda tangani kontrak untuk bertempat tinggal dineraka.

Sampai kapankah engkau kufur kepada-Ku, padahal Aku tidak pernah berbuat aniaya kepada para hamba? Sampai kapankah engkau meremehkan kitab- Ku, padahal Aku tidak pernah memberi kewajiban yang melebihi dari kemampuanmu. (Hadits Qudsi)

Nabi SAW bersabda : Ada 4 macam yang asing dimuka bumi ini yaitu:
1.      Al-Qur’an di dalam dada orang dholim
2.      Masjid berada disekitar masyarakat tarikus sholah (meninggalkan sholat)
3.      Al-Qur’an dirumah orang yang tidak pernah dibaca
4.      Orang sholeh ditengah-tengah orang tidak berakhlak


Andai kata seorang anak Adam (manusia) mempunyai satu lembah emas, pasti ia ingin mempunyai dua lembah. Dan tiada yang dapat menutup mulutnya (tidak yang dapat menghentikan kerakusannya kepada dunia) kecuali tanah (maut) dan Allah berkenan memberi tobat pada siapa saja yang bertaubat (H.R. Bukhori Muslim)

Apabila engkau telah selesai sholat, duduklah, maka pujilah Allah dengan hal sepatutnya dan ucapkan sholawat kepadaku, lalu berdo’alah kepada-Nya, niscaya do’amu akan terkabul (H.R. Abu Dawud, At Tirmidzi)

Do’a Selamat
بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَسُوقُ الخَيْرَ اِلَّا اللهُ
بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَصْرِفُ السُّوْءَ اِلَّا اللهُ
بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ مَا كَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ
بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلَّا بِااللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ
Khasiatnya:
Apabila membaca do’a tersebut, waktu sore hari sebanyak 3x. Insya Allah akan selamat dari kebakaran, bahaya listrik, petir, tenggelam, kecurian, gangguan syetan, binatang berbisa, dan kejahatan orang yang dholim.


Pengetahuan
Matikan Ponsel dipesawat
Pernah ada berita sebuah maskapai penerbangan menurunkan paksa seorang penumpangnya, karena mbandel menyalakan Ponsel. Sejak awal penerbangan sudah diumumkan Ponsel harap dimatikan. Jika orang itu berpendidikan akan mengikuti perintah itu.
Sudah banyak kecelakaan atau nyaris celaka, karena ada penumpang yang menyalakan ponsel.
Menurut ahlinya, ponsel mempunyai konstribusi yang besar terhadap keselamatan penerbangan.
Pernah terjadi di Bandara Zurich-Swiss. Pesawat sebentar naik kemudian meledak, sepuluh penumpang meninggal. Penyelidik menemukan terbukti ada gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat, karena sinyal itu bisa mengganggu terhadap sistem navigasi gangguan frekuensi komunikasi, gangguan indikator bahan bakar dan lain-lain. Untuk itulah Ponsel harus di matikan tidak saja pesawat baru terbang, tetapi pesawat baru bergerak di landasi ponsel harus dimatikan, Tidak hanya bunyinya yang dimatikan.            
      



    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ILMU NAHWU (PELAJARAN 2) PELAJARAN 2 MENGENAL 5 MACAM ISIM             Ada 5 MACAM ISIM yang HARUS kita ketahui dan fahami de...